Hi! Dipostingan kali ini gue bakal cerita seputar kompetisi basket putri. Jadi, sekolah gue (SMAN 8 Tangerang) mendapat undangan dari SMAN 2 yang mengadakan pensi bertema-kan D'Sparted untuk ikut kompetisi basket disana nd alhamdulillah sekolah gue mengizinkan nd menyetujui dengan adanya kompetisi tersebut, ditambah lagi team basket putri mendapat kesempatan bagus untuk ikut kompetisi pertama kalinya (bagi gue). Mendengar hal itu pun, gue merasa senang nd bangga ya untuk bisa ikut, jadi gue nd teman2team basket putri yang terpilih jadi team inti pun memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk latihan. Oh iya, team basket putra juga ikut dalam kompetisi ini juga loh hehe.
Hmm sekedar info yang gue dapet karena waktu itu hape gue lagi rusak, kita mendapat urutan ke-1 (dari hasil technical meeting) nd di urutan ke-2 ada dari SMAK Kanaan. Nah menurut bagan yang bisa dilihat waktu itu pun, kita pada hari H-nya harus melawan SMAK Kanaan. Sebelum menjelang hari H-nya, team basket putri memanfaatkan waktu untuk latihan seperti yang sudah gue bilang tadi, dimana kita memperdalam bermain pola-nya, tekhnik permainannya nd semacamnya, mempersiapkan fisik nd mental pun juga harus.
Nah, sekolah gue mendapat jadwal di Hari Sabtu tepatnya tanggal 13 October 2012, dimana kita harus mengikuti opening ceremonial-nya dulu disana nd kira2 mulai bermainnya sekitar pukul setengah 3 siang. Para coach yang melatih kita pun sebelum hari H tiba berpesan kepada kita untuk istirahat yang cukup nd gaboleh terlalu lelah, soalnya itu berpengaruh waktu kita tanding.
Di pagi di hari H-nya pun gue masih tetap ikut ekskul padus walaupun cuma sebentar, lalu mempersiapkan diri untuk tanding di SMAN 2. Sebelum berangkat ke tempat tujuan pun, kita sempet minta do'a restu sama beberapa guru di sekolah nd sama temen2 yang lainnya, gak lupa gue minta mereka supaya luangin waktunya untuk nonton nd jadi supporter buat kita disana haha.
Nah kita pun berangkat diantar mobil sekolah nd sesampainya disana kita langsung mengikuti opening ceremonial-nya nd didukung dengan cuaca yang amat-sangat-panas ya:| Hmm ini ada foto kita waktu lagi mau acara opening ceremonial-nya..
Ini fotonya ga semuanya ikut foto ya hehe
Nah setelah opening ceremonial-nya selesai, kita diberi ruangan untuk ganti baju nd sekitar jam setengah 3-an kita mulai beraksi! Ini ada dokumentasi foto2 kita waktu bermain..
Kalo ini sebelum quarter selanjutnya dimainkan, kita istirahat sebentar..
Nah, kalo yang ini waktu SMAN 8 Tangerang mendapat 2x free throw..
Di pertandingan tersebut, pola defense yang kita gunakan pun adalah pola 1-2-2. Nd then, sekarang gue mau kasih tau anggota team basket putri yang ikut di kompetisi D'Sparted kemarin..
Ka Fajar-Coach Sugeng
Nah, kalo yang ini adalah coach yang membimbing kita..
Lita (4)-Lizzy (5)
(Ini diurutin berdasarkan nomor punggung basket ya hehe)
Ka Shendy (7)-Syisyi (8)
Nah, yang nomor 8 itu gue haha
Ka Caca (9)-Nabila (10)
Felis (11)-Aliya (12)
Denise (13)-Glori (14)
Nah, yang nomor 14 ini adalah captain kita! *give applause*
Hmm okay, cukup untuk malam ini rasanya. Big thanks buat yang udah dateng untuk support kita disana, mungkin emang belum waktunya. Walaupun sempet kecewa gara2 *piiip* haha tapi yaudahlah ya, masih ada kesempatan untuk tournament selanjutnya, jadi harus semangat! GO! FIGHT! WIN! DELTA!
Di
tahun kedua gue berada di SMAN 8 Tangerang, ini merupakan kedua kalinya di
pelajaran Bahasa Indonesia untuk mementaskan sebuah drama. Bedanya di tahun
pertama nd di tahun ini adalah di kelas X kemarin kita mementaskan drama
berciri istana sentris atau bisa
disebut lebih tradisional atau cerita jaman dahulu. Sedangkan di kelas XI ini,
kita mementaskan drama yang berciri masyarakat
sentris atau biasa disebut cerita di kehidupan sekarang (modern).
Peraturan
yang diberi oleh Pak Bandi selaku guru Bahasa Indonesia kami adalah kita harus
menentukan tema nd membuat naskah drama asli hasil karya kelompok masing2.
Kelompok pun disusun berdasarkan penentuan yang telah dibuat. Gue pun mendapat
teman drama bersama Shindy, Theo, Rosidah, Nindy, Okto nd Arief. Lalu membuat
sebuah naskah drama yang bertema “KARMA”, pembuatan naskah tersebut bisa
dibilang hampir 3x kelompok gue mengganti-ganti alur ceritanya, akhirnya pun
kita menemukan alur yang terurut. Gue pun disitu turut membantu untuk berpikir
nd mengetik naskah-nya hingga menjadi sebuah naskah drama yang riil seperti dibawah ini..
DRAMA
Arief Rizky R. sebagai
Rama & Papa dari Duta
Christian
Theodore W. sebagai Haco & Rentenir II
Nindy Indria P. sebagai
Ervika
Okto Alieffudin
M. sebagai Duta & Bapak dari Dhia
Rosidah Nasution
sebagai
Alyssa, Ibu dari Dhia & Kepala dosen
Shindy Sesmana sebagai
Shiela & Rentenir I
Syifa Fadhiyah
S.L. sebagai Dhia
ADEGAN 1
(Di
sebuah desa hiduplah seorang gadis bernama Dhia yang kini ia ingin meneruskan
belajarnya di salah satu Universitas ternama di Kota Jakarta. Detik-detik
menjelang kepergiannya, Ibu dan bapaknya pun merasa sangat sedih, akhirnya Dhia
pun berpamitan kepada kedua orang tuanya)
Dhia
: Pak, bu (Sambil mencium
tangan keduanya) Aku hendak berpamitan dulu, doakan aku sukses ya kuliah di
Jakarta.
Bapak
Dhia : Iya nak, jangan lupa hubungi
kita terus ya dari sana. Ingat, jangan lupa shalat juga..
Ibu
Dhia : Betul kata bapak. Hati-hati
ya.. (Seraya memeluk Dhia)
(Dhia
mengambil barang-barangnya sambil menghela napas dalam-dalam, lalu pergi
menjauhi kediaman rumahnya. Dhia pun pergi ke Jakarta dengan menaiki bis yang
penuh sesak. Sesaat terasa lamanya perjalanan, akhirnya dia pun sampai di
tempat kost-an barunya dan langsung
membereskan barang-barangnya. Di kost-an
barunya, dia bertemu dengan pria nan cantik yang baik, namanya Haco)
Haco : Hai, kamu penghuni baru ya di kost-an ini?
Dhia : Iya, kenalin nama aku Dhia.
Nama kamu siapa?
Haco : Hai Dhia, aku Haco. Keliatannya
kamu baru di daerah ini.
Dhia : Iya, aku ke Jakarta soalnya
mau kuliah.
Haco : Oh sama dong, aku juga mau
kuliah disini. Kamu kuliah dimana?
Dhia : Aku kuliah di Universitas
Buddhi..
Haco : Waduh, sama dong. Kita bakalan
berangkat kuliah bareng terus nih. Aku juga kuliah disana soalnya. Kamu ngambil
jurusan apa?
Dhia : Aku ngambil jurusan ekonomi.
Haco : Wow sama lagi dund…
(Mereka
pun menjadi teman akrab karena kamar mereka bersebelahan. Keesokan harinya pun,
mereka berangkat bersama ke kampus untuk memulai hari perdana mereka kuliah. Di
kampus pun, mereka bertemu dengan banyak teman baru, terutama bagi Dhia yang pertama
kali berkenalan dengan sahabat Haco yang bernama Alyssa)
Haco : Hai cha, kamu kuliah disini
juga? (Sambil pasang muka sinis)
Alyssa : Eh Haco, iya dong aku kuliah disini.
Emang kenapa? Mukanya biasa aja dong..
Haco : Haha becanda-becanda, udah lama
kita gak ketemu. Apa kabar, cha?
Alyssa : Baik kok, co. Eh iya, itu
disebelah kamu siapa?
Haco : Eh iya, kenalin cha, ini Dhia.
Dhia, ini Alyssa.
Alyssa : Hey, Dhia. Aku Alyssa, panggil
aja aku Icha. Kok keliatannya…. Hmm pindahan dari desa ya?
(Seraya,
Haco langsung menarik lengan Alyssa)
Haco
: Hush, ngomongnya jangan
begitu dong.
(Mereka bertiga langsung pergi ke kelas, di
jalan menuju kelas pun Dhia bertabrakan dengan dua orang cewek senior yang terkenal sok
berkuasa di kampus tersebut)
Ervika : Apa?! Maaf-maaf. Gapunya mata ya
main nabrak-nabrak aja? Gatau ya gue siapa disini?
Shiela : Tau nih, ya jelas lah vik dia
gatau siapa kita. Orang keliatannya aja dia masih junior, pasti lah dia anak
baru disini.
Ervika : Kok kampungan sih? Dari desa mana
neng? (dengan nada sombong dan sambil mendorong Dhia)
Dhia : Maaf kak, saya emang mahasiswi
baru disini jadi belum tau apa-apa soal lingkungan disini. Emang kakak siapa
ya?
Shiela : Vik, denger tuh dia nantangin
kita siapa. Kasih tau vik!
Ervika : Kita yang berkuasa disini. Jadi
jangan macem-macem sama kita berdua..
Shiela : Tuh denger tuh anak desa. Gaya
kampungan aja jangan sembarangan disini, apalagi sama kita. (Seraya pergi
meninggalkan Dhia sambil mendorong bahunya Dhia)
ADEGAN 2
(Setelah
kelas berakhir, Dhia, Haco dan Alyssa pun pergi makan siang di kantin. Ketika
mereka makan, salah satu playboynan tajir di
kampus yang terkenal pun menghampiri mereka dan duduk disebelah Dhia)
Duta : Hai cewe, anak baru ya?
Dhia : (Dhia pun tersedak)
*uhuk-uhuk* Iya, maaf kamu siapa?
Duta : Gue senior disini. Kenalin, gue
Duta. Nama lo siapa? (Sambil mengulurkan tangan)
Dhia : Oh, maaf-maaf kak saya gatau
kalo kakak itu senior. Aku Dhia, kak.
Duta : Oh Dhia. Kamu cantik juga ya..
(Sambil melihat wajah Dhia dekat-dekat, Dhia pun tersipu-sipu)
(Haco
dan Alyssa yang berada didekat Dhia pun merasa keki karena kedatangan si cowok playboy tersebut)
Haco : (Berbisik ke Alyssa) Ih tuh
cowok genit banget sih. Udah punya pacar juga..
Alyssa : Tau tuh, orang si Dhia lagi makan
malah diganggu-ganggu..
(Ervika
dan Shiela yang sedang makan dikejauhan pun, melihat Dhia yang sedang bersama
dengan Duta. Ervika pun terlihat sangat geram melihat pacarnya, Duta, terlihat
sedang asyik bersama Dhia. Akhirnya, Vika dan Shiela pun menghampiri mereka dan
dengan sengaja menumpahkan minuman ke baju Dhia)
Shiela : (Sambil pura-pura tersandung dan
menumpahkan minuman ke baju Dhia) Upsss…. Aduh, gue ga sengaja (Dengan nada
sinis)
Ervika : Lagian tumpah gak tumpah juga, lo
tetep keliatan kampungan. (Dengan nada sedikit naik) Lagian kamu ngapain sih
beb deket-deketin si anak kampungan itu! Entar dia kesenengan lagi deket-deket
sama orang tajir kaya kamu.
Duta : Eh, udahlah jangan kaya gitu
dong beb..
(Haco
dan Alyssa yang melihat kejadian itu pun, langsung berdiri dan marah-marah)
Haco : Eh lo jangan mentang-mentang
senior disini bisa seenaknya gitu dong!
Shiela : Dih siapa lo siapa gue, gatau ya
gue siapa disini. Lagi pula, temen lo yang kampungan itu yang ketumpahan,
kenapa lo yang sewot?
Haco : Gue sih gak peduli ya lo siapa disini. (Sambil mendorong Shiela)
(Mereka
pun bertengkar hebat. Tiba-tiba salah satu cowok
senior datang dan melerai mereka)
Rama : Shiela, apa-apaan sih ini?
(Sambil menarik Shiela)
Alyssa :
Itu tuh kak, tadi dia numpahin minuman ke Dhia, tapi ga mau minta maaf
Rama : Dhia yang mana?
Haco : Yang ini kak (Sambil menarik
Dhia yang berada dibelakang Haco)
Rama : Shiel, Vik, mendingan lo minta
maaf deh sama Dhia. Malu kali ngeliat kelakukan lo kayak anak kecil gini.
Ervika : Hah? Minta maaf? Ga sudi gue
minta maaf sama orang kampung kayak dia.
Shiela : Setuju banget gue, lagian kan
gue udah bilang, gue ga sengaja numpahin ke dia. Dia juga bilang gak papa kok.
Rama : Tapi tetep aja lo harus minta
maaf ke dia. Ayo cepetan minta maaf!
Shiela : Ya udah, gue minta maaf ya,
Dhia. (Sambil memalingkan wajahnya)
Ervika : Gue juga minta maaf deh ya.
Dhia : Iya kak, ga apa-apa kok..
(Masih membersihkan bajunya)
Rama : (Mengambil sapu tangan di kantong
bajunya) Ini, bersihin pake ini aja, maaf ya atas kelakuan temen saya.
Dhia : (Tersenyum) makasih ya kak..
(Ervika
yang melihat Rama memberikan sapu tangan ke Dhia pun berbisik ke Shiela)
Ervika : Rama apa-apaan sih…
Shiela : Tau, ngapain sih pake ngasih
sapu tangan segala. Ntar dianya kege-eran lagi, Rama kan gebetan gue.
Ervika : Iya, Shiel. Udah sabar aja, kita
bakalan bikin perhitungan sama tuh anak kampung!
ADEGAN 3
(Di taman kampus)
Ervika :
Shiel, mendingan lo beli narkoba dan taro di tas-nya Dhia. Kita harus kerjain
dia lebih parah dari biasanya, Shiel!
Shiela :
Ide bagus, gue setuju sama lo. Hmm tapi siapa yang mau beli?
Ervika :
Lo aja, gue gatau beli tuh obat-obatan dimana. Bukannya kenalannya temen lo ada
ya? Entar biar gue aja yang naro di tas-nya dia.
Shiela :
Oh iya gue lupa, entar pulang kampus gue beli di kenalan temen gue.
(Besoknya sebelum kelas dimulai, Shiela
dan Ervika menjalankan tugasnya. Shiela menjaga di depan kelas sementara Ervika
menaruh narkoba di dalam tas-nya Dhia)
Ervika :
Oke, Shiel. Tugas kita selesai nih, sekarang ayo laporin ke kepala dosen yuk!
Ervika : Bu, tadi pagi sebelum masuk
kampus saya liat Dhia lagi ngobrol sama orang asing, terus tiba-tiba dia
masukin sesuatu ke dalam tas-nya. Bukannya saya mau nuduh nih bu, tapi lebih
baik dicek dulu aja, takutnya ada barang “haram” lagi..
Kepala dosen : Apa kamu yakin tadi kamu melihat begitu?
Setau saya, Dhia itu adalah anak yang baik.
Ervika : Bener bu, saya punya saksi juga,
itu si Shiela.
Kepala dosen : Baiklah, mari kita cari Dhia. Kamu tau dimana
Dhia?
Ervika : Tadi sih saya liat dia lagi di
kantin bu..
(Kepala dosen,
Ervika dan Shiela pun pergi menuju kantin dan menemui Dhia yang sedang makan di
kantin)
Kepala dosen : Maaf Dhia, saya mengganggu kamu. Boleh saya
melihat isi tas kamu?
Dhia : Memangnya ada apa bu?
Kepala dosen : Ibu hanya ingin mengecek sesuatu..
Dhia : Baiklah, ini bu (Sambil
memberi tas-nya)
Kepala dosen : (Membuka tas Dhia dan menemukan narkoba)
DHIA! INI APA?! KENAPA KAMU BAWA OBAT-OBATAN TERLARANG INI?! (Dengan nada
marah)
Ervika : Tuh kan, bener kan bu..
Dhia : Itu bukan punya saya bu,
sumpah saya gapernah pake obat-obatan haram kaya gitu..
Shiela : Alaaaah, lo emang dari luar aja keliatannya
suci, tapi dalemnya busuk!!
Kepala dosen : Sudah-sudah, kenapa kalian malah bertengkar. Dhia
ayo ikut ibu ke kantor!
Dhia : (Sambil menangis) Baiklah bu..
(Di ruang
kepala dosen, Dhia pun diberi hukuman dengan di-scorsing selama 1 semester)
ADEGAN 5
(Seminggu
kemudian di kost-an Dhia, terlihat
Dhia sedang menyapu halaman kost-an nya.
Tiba-tiba ada seorang cowok datang
menghampiri Dhia)
Rama : Hai Dhia, ini kost-an kamu ya?
Dhia : (Terlihat kaget) Kak Rama? Kok
ada disini? Tau aku tinggal disini darimana?
Rama : Ada, dari teman-teman kamu..
Dhia : Oh gitu, yaudah mari duduk
kak.
(Mereka pun
duduk di teras kost-an)
Dhia : Jadi ada keperluan apa kaka
datang kesini?
Rama : Gini, aku datang kesini karena
denger kabar kalo kamu di scorsing
karena bawa narkoba ke kampus. Emang itu bener? Aku sih gapercaya kamu
bawa-bawa gituan..
Dhia : Engga kak, aku gak mungkin
bawa barang kaya gitu ke kampus.
Rama : Iya, aku sih percaya kok sama
kamu. Tapi kira-kira siapa yang jail masukin narkoba ke dalam tas kamu coba..
Dhia : Makasih ya kak udah percaya
sama aku. Udah kak biarin aja..
Rama : Ya tapi itu namanya keterlaluan,
masa mau dibiarin aja. Eh iya, tapi setau aku dari satu kampus yang punya
kenalan orang jual narkoba itu ya Cuma Shiela lho!
Dhia : Hah? Masa kak?
Rama : Iya, mungkin dia ngelakuin itu
ke kamu karena dia sirik aku deket sama kamu. Pokoknya, aku bakal kasih
perhitungan sama itu anak!
Dhia : Udah kak, lagian belum tentu
dia yang masukin narkoba itu ke tas aku. Mungkin aja kakak salah, jangan fitnah
orang sembarangan loh kak..
Rama : Bener juga sih, tapi feeling aku beneran ke dia kok. Tapi
yaudahlah ya, pokoknya aku bakal lindungin kamu terus dari si Shiela dan
Ervika.
Dhia : Wah, gausah kali kak aku bisa
lindungi diri aku sendiri.
Rama : Gak, gapapa tenang aja. Tapi,
ada satu hal yang mau aku omongin sama kamu.
Dhia : Apa itu kak?
Rama : (Sambil berlutut dan memberi bunga) Kamu mau gak jadi pacar aku? Dengan begini,
kamu gabakal kena jailan-nya Shiela dan Ervika.
Ervika : Beneran, kalo lo gak percaya tanya aja langsung sama Rama.
(Shiela pergi meninggalkan Ervika dan langsung mencari Rama)
Shiela : (Dengan marah) Rama, gue mau
ngomong sama lo. Emang lo jadian sama si anak kampung
itu?
Ih lo buta ya?! (Dengan nada sedikit kesal)
Rama : Apaan sih dateng-dateng langsung marah aja, gila lo ya. Maksud lo anak kampung tuh siapa?
Shiela : DHIA lah, si anak
kampung yang hobinya nge-drugs.
Rama : Eh kalo lo punya mulut dijaga ya! Dia tuh gak kaya gitu, okay!
Shiela : Oh jadi kayak gimana dong, tetep aja sekali punya barang
haram, itu namanya BUSUK! Buka dong mata lo Ram, masa iya lo pacarin dia.
Rama : Cukup Shiel! Hak gue dong mau jadian sama siapa! Urusannya sama lo apa? Emang lo
siapa gue?
Shiela : (Pergi meninggalkan Rama sambil menangis)
(Shiela merasa sakit hati mendengar kabar bahwa Dhia dan Rama sudah pacaran,
ditambah melihat sikap Rama tadi)
(Di rumah Shiela)
Ervika : Shiel, lo masih sedih?
Shiela : Iya. Gue masih sakit hati sama omongannya Rama.
Ervika : Terus, lu emang
masih suka sama dia?
Shiela : Gak. Gue udah
benci banget sama dia!
Ervika : Yaudah, biar lo cepet tenang dan bisa ngelupain dia, mending lu pake ini deh.
(Menyodorkan narkoba) Kata temen gue ini bikin mood kita cepet baik.
Shiela : Bener nih? (Menerima narkoba dan meminumnya)
ADEGAN 8
(Pulang kuliah pun, Duta pulang menaiki mobilnya dan menuju rumahnya.
Ketika sampai, betapa kagetnya dia melihat rumahnya di SEGEL dan melihat dua
orang rentenir yang sedang marah-marah pada papanya)
Duta : (Sambil
marah-marah) HEY! Apa-apaan ini rumah kita disegel?! Pa, ini ada apa sih?
Rentenir I : Kami kesini atas
perintah kantor, karena papamu terlilit hutang!
Duta : HAH?! Mana
mungkin, bokap gue tuh banyak duitnya, jadi ga mungkin kalo bokap gue
pinjem-pinjem duit sembarangan!
Rentenir II : Kalo anda
gapercaya, ini bukti surat-surat hutang papa kamu! (Sambil menunjukan
surat-suratnya)
Duta : (Terkaget-kaget)
PA, APA INI BENERAN PUNYA PAPA??!
Papa Duta : Bener Duta. Disitu
tertera nama papa semua. Sudah saatnya papa jujur, kalo dari 2 bulan yang lalu
perusahaan papa bangkrut dan papa bingung harus bayar kebutuhan rumah dan
kebutuhan kamu, semua ATM papa juga udah diblokir, rumah kita pun harus disita.
Sepertinya, kamu harus kuliah sampai disini. Maafin papa ya, nak.
Duta : Kenapa papa ga
bilang dari awal sama Duta. Terus sekarang kita tinggal dimana dong?
Papa Duta : Kalo soal itu,
papa masih punya sedikit uang kok untuk kita nge-kost.
Rentenir I : Udah-udah, udahan
drama-nya. Disini tuh saya dateng bukan buat denger obrolan kalian. Sekarang mending
anakmu serahin kunci mobilnya dan kalian segera pergi dari rumah ini.
Rentenir II : Cepetan ya, gapake
lama!
Duta : (Menyerahkan
kunci mobil dan pergi bersama papanya)
(Keesokan harinya, Duta pergi ke kampus dan dihari itu pun merupakan hari
terakhirnya untuk kuliah di Universitas Buddhi)
Duta : (Menemui Ervika) Hai, beb..
(Dengan tampang sedikit sedih)
Ervika : Hai juga beb, loh kenapa kamu
keliatan sedih gitu?
Duta : Aku cuma ingin bilang ke kamu,
kalo hubungan kita cukup sampai disini.
Ervika :
HAH?! (Terkaget-kaget) Maksud kamu apa?! Kamu udah punya cewek lain ya?! Oh iya, mana mobil kamu?
Duta : Enggak, gak begitu. Perusahaan
papaku udah bangkrut, sekarang papa terlilit hutang dan gabisa biaya-in aku
untuk kuliah. Jadi daripada kamu malu pacaran sama orang kere, mending kita putus. Kalo soal mobil, mobil aku disita sama
pihak perusahaan..
Ervika : HAH?! (Kaget untuk kedua kalinya)
Ini beneran? Kamu ga boong kan? Tapi-tapi…..(Duta memotong pembicaraan)
Duta : Ssst…udah-udah, aku pergi
kuliah hari ini cuma untuk nemuin kamu. Aku udah gak kuliah lagi, jadi selamat
tinggal yah. Semoga kamu sukses. Bye, Vik..
(Seraya meninggalkan Ervika)
Ervika : Tapi.. Duta!! Jangan tinggalin
aku please! (Menangis di tempat dan melepas kepergian Duta)
ADEGAN 9
(Ervika pun
sedih ditinggalkan oleh Duta, ia pun pulang sendiri tanpa diantar oleh mobil
Duta seperti biasanya. Sementara Shiela, ia di rumah sedang frustasi karena soal kemarin. Shiela pun
berniat untuk mencoba narkoba itu lagi dan dipakai berkali-kali, seketika itu
akibat menggunakan narkoba, Shiela overdosis
dan tampak di rumahnya tidak ada siapa-siapa. Ervika yang galau pun,
berniat untuk pergi ke rumah Shiela untuk menceritakan soal putusnya hubungan dia
dengan Duta)
(Di rumah
Shiela)
Ervika : *tok-tok-tok* (Mengetuk pintu
rumah Shiela) Shiela, Shiela, Sheila!! (Ketika itu, Ervika pun mendapati pintu
rumah Shiela terbuka, Vika pun langsung masuk dan mencari Shiela)
(Sekali lagi,
Vika pun memanggil-manggil nama Shiela tapi tidak ada jawaban sama sekali,
ketika ia membuka pintu kamarnya..) SHIELA!! ASTAGA, KAMU KENAPA?? (Sambil
menangis, mendapati Shiela yang overdosis
dan merangkul Shiela) Shiela, ayo bangun Shiel! (Shiela pun pergi
meninggalkan Ervika) Shiel, please jangan tinggalin gue :’( (Menangis terus
menangis) Maafin gue Shiel, lo pasti OD karena gue yang ngehasut lo buat pake
itu obat-obatan, maafin gue :’( Gue gatau kalo lo bakal ninggalin gue kaya
begini :’(
(Sepeninggal
Shiela, Ervika pun sangat sedih. Melihat Ervika yang pergi ditinggal oleh dua
orang kesayangannya, Haco dan Alyssa pun merasa iba)
(Di taman
kampus)
Haco : (Menghampiri dan duduk
disamping Ervika) Vik, gue turut berduka cita ya atas kepergian temen lo..
Ervika : Makasih ya, co. (Tersenyum dengan
muka sembab)
Haco : Oh iya, turut sedih juga ya lo
diputusin sama Duta. Tapi baguslah kalo lo udah putus, lo tuh harus belajar
jangan mencintai orang karena kekayaannya Vik. Jadi gini kan..
Ervika : Iya, makasih lagi ya co..
(Tersenyum untuk kedua kalinya) Co, maafin gue ya atas kelakuan gue selama ini.
Terutama ke Dhia, mungkin gue sama alm.Shiela udah sering banget nyakitin dia..
(Alyssa pun
datang menghampiri)
Alyssa : Udah-udah, itu semua udah kita
maafin kok. Tapi, lebih baik lagi kalo lo minta maaf langsung juga ke pihak
Dhia, yuk..
Ervika : Eh, Icha. Iya, makasih banyak ya
kalian. Makasih juga buat saran-nya. Ayo kita cari Dhia..
ADEGAN 10
(Mereka bertiga
pun pergi mencari Dhia, akhirnya mereka mendapati Dhia yang sedang membaca buku
di kelasnya. Vika pun langsung berlari menghampiri Dhia)
Ervika : Dhia, maafin gue ya. Maafin gue
karena gue sering banget ngejailin lo. Mungkin ini balesan dari Tuhan atas apa
yang udah gue lakuin sama lo. Maafin gue ya (Sambil menangis)
Dhia : (Terkaget-kaget) Hah, ada apa
ini kak. Udah-udah kak gausah dipikirin lagi, aku udah maafin kakak kok.
Lagipula aku gapunya dendam sama kakak (Tersenyum)
Ervika : Ini beneran? (Matanya pun
berkaca-kaca) Makasih banyak ya, Dhia. Gue dan alm.Shiela minta maaf banget
soal sikap kita sama lo selama ini. Maaf ya..
Dhia : (Terharu) Iya kak, gapapa..
(Tersenyum)
(Akhir cerita
pun, Dhia kini berteman akrab dengan Ervika, Haco dan juga Alyssa. Mereka pun
bersahabat karib, hubungan Dhia dan Rama pun berlangsung dengan baik. Rama yang
mengetahui tentang hal tersebut merasa senang akan persahabatan mereka)
Di Hari Selasa
kemarin pun kelompok gue maju sebagai kelompok terakhir di hari itu, kita
menyiapkan diri dengan min nd max.1x latihan sebelum hari H-nya. Lalu
menyiapkan property apa saja yang dipakai, yang untung saja sangat mudah
dicari, juga pakaian yang akan kita kenakan. Di hari maju-nya kita untuk tampil mementaskan drama, betapa gak pede-nya gue karena rambut gue harus
dikepang dua disitu, kenapa? Karena gue berperan sebagai gadis desa, jadi harus
keliatan seperti itu.
Hmm and then drama
pun berjalan lancar, padahal dari awal kita sudah gak yakin akan tampil di hari
itu. Kelompok gue ber-drama ria selama
20 menit 26 detik yang terhitung dalam video-nya, ng….padahal gaboleh lebih
dari 15 menit tuh haha nd kita pun memakan waktu sekitar 5-7 menit dipelajaran
selanjutnya yaitu TIK.
Selesai drama pun kita mendapat applause dari teman2 sekelas nd juga Pak Bandi, yang membuat kita
menarik nafas tanda lega akhirnya selesai juga. Okay then, cukup sekian di hari
ini nd untuk foto-foto drama yang sudah didokumentasikan akan segera menyusul
ya di postingan berikutnya, alias lampiran foto-foto drama social1st tentunya:---D