Page

Tampilkan postingan dengan label Literature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literature. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

No Title

Sekalinya seseorang sudah sayang,
pasti rasa rindu akan datang..
Apalagi seseorang itu sangat berarti dimata kita,
apalagi jika seseorang itu adalah sahabat kita sendiri..
Seketika kesendirian pun menghampiri,
serta setetes air mata juga ikut terjatuh,
mengingatkan tentang moment yang dilewati bersama-sama,
mengingatkan disetiap harinya kita manfaatkan waktu untuk bersama..
Nyatanya...
Hanya sedikit waktu bagi kita untuk saling kenal-mengenal,
juga untuk saling bertemu..
Diantara kesibukan yang datang,
tapi...
Dialah sahabat yang akan selalu ada..

Sebuah puisi,

Karya: Syifa Fadhiyah S.L. 

Sabtu, 01 September 2012

Dari Namaku Terbentuk Sebuah Puisi...

So waktu tanggal 25 Juli 2012 lalu di kelas, antara jam ke-3 nd ke-4 adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Dimana Pak Bandi, guru Bahasa Indonesia kita di SMAN 8 Tangerang yang kebetulan sedang mengajar di kelas, beliau memberi tugas untuk membuat sebuah puisi dari NAMA PANJANG kita masing-masing! Wah, gimana gak merasa gak nyangka ya. 

Berhubung waktu itu menjelang istirahat aja tuh H-30 menit nd......nama gue itu loh X-X Sebenernya kalo mau nulis nama gue dengan dua kalimat pun bisa kok, cuma masalahnya di buku tulis itu udah gue kasih nama dengan akhiran "S.L." Kalo udah dikumpulin, terus beliau nyocokin nama di puisi sama nama yang ditulis di buku itu gimana dong... Oke, terlalu mikir panjang ya -_- Intinya sih gue tetep tulis nama gue yang jelas, disertai dengan kalimat yang membentuk sebuah puisi, apa adanya, nd yang jelas H-30 menit! Ini dia puisinya...

S eandainya waktu bisa kuputar kembali, 
Y ang lalu aku biarkan untuk kurenungi
I tu mungkin bisa membuat ku mengingat masa-masa indah waktu dulu
F ajar yang menyingsing sedang menyaksikan diriku termenung memikirkannya
A ndaikan itu bisa terjadi (lagi)...

F ajar yang menyingsing itu, terus menyaksikan ku disini
A pa yang harus ku lakukan untuk bisa kembali ke masa lalu?
D ari sudut aku terus merenunginya
H aruskah...
I ni menjadi bagian di kehidupanku
Y ang rindu akan masa lalu
A palah arti menunggu
H anya waktu tertentu yang kan bisa menjawabnya...

S etiap harinya...
A ku lihat catatan-catatan indah yang pernah aku tulis
L alu aku mengingatnya
S elalu ku memikirkannya,
A da kenangan terpendam disana
B elum bisa ku melupakannya
I ni membuatku bingung dengan kenyataan yang ada
L ari terus ke depan menuju masa depan
A ndaikan kenangan itu bisa terlupakan...

L alu, yang lalu, kini ku biarkan untuk terus berlalu
U paya diriku untuk sedikit melupakan perlahan-lahan
A pa daya aku pun harus bisa melupakannya 
N amun hati yang beku harus dicairkan 
O h, ini terlalu susah bagi diriku...

And, tadaaa! Ini nih puisinya. Gimana? begitu random kan, begitu maksud kan, apalagi? Pokoknya yang penting udah jadi haha. Oiya, ini dibuat tanpa judul loh. Pernah sih dikasih judul sama temen gue, tapi...gak usah di publish lah haha. Okay then, if you've read this, just gimme your comment!

Rabu, 28 Maret 2012

No Title

Antara aku dengan dirinya,
aku pikir semua telah berbeda
Sebuah tanda sejati,
kini terlupakan begitu saja
Janji yang pernah kau ucapkan,
kau biarkan untuk diberikan pada orang lain
Seolah menganggap diriku,
seperti mendengar lagu yang bodoh di sebuah radio
Kata-kata yang terucap olehnya,
tidak memiliki makna apa-apa
Seakan tidak memiliki alasan untuk dijelaskan padaku
Seakan tidak memiliki alasan untuk berbuat begitu sakit di hadapanku

Dia mengabaikanku,
menempatkan aku sebagai dinding abu-abu
Dia bersikap begitu dingin,
seolah-olah hanya memberi ujung hujan untuk hari yang sempurna,
itu sebabnya aku membenci siapa dirimu sebenarnya..
Di setiap halaman dalam sebuah catatan kecil,
aku menuliskan kata-kata dalam abu-abu
Dan semua itu hanya tentang anda..
Tidakkah engkau mengerti hati kecilku ini?

Sebuah puisi,

Karya: Syifa Fadhiyah S.L.

Sabtu, 10 Desember 2011

Sebuah Kenangan

Tetap berdiri melawan hari
Sepi ini, rindu ini menjadi saksi bisu,
apa yang ku alami
Teriak lantang menyebut namamu,
hanya menambah pedih di hati ini

Sewaktu masih bersamamu,
kau membuatku percaya,
dan aku tak merasa kesepian lagi
Datang dan merasa tersihir,
sejak bertemu dengan dirimu
Aku belajar tentang persahabatan, kepercayaan,
dan arti sebuah kesetiaan
Dan bahwa hal itu bukan hanya untuk di berikan,
tetapi suatu hal yang harus di pelajari

Aku masih bisa merasakan engkau ada,
 walaupun hanya sebatas lewat lukisan
Dari sudut pun aku memandang
Ketika ku memikirkan dirimu,
disitulah engkau ada
Kita melakukan hal yang sama,
ketika kita bersama

Masih terkenang di dalam mimpi
dan juga ingatanku,
kenangan ini kembali ke hadapanku...

Sebuah puisi,

Karya: Syifa Fadhiyah S.L.